Rabu, 16 September 2009

AL QUR’AN, ATOM DAN TEKNOLOGI NUKLIR

Dan apabila lautan dipanaskan
(QS : 81 : At-takwir : 6)







Pada Abad ke-4 SM seorang ilmuan Yunani bernama Demokritos berpikir tentang benda terkecil di dunia ini. Demokritos membayangkan seandainya sebuah benda dipecah, lalu pecahannya itu dipecah sampai tak bisa lagi dipecah, maka tibalah ia pada suatu kesimpulan bahwa tentu ada bagian terkecil dari sebuah materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Ia lantas menamakannyua dengan istilah atomos yang kemudian dikenal dengan ”atom”.

Atom Dan Dzarrah

Di era kemajuan ilmu pengetahuan di dunia islam antara abad VII sampai XII M, para ilmuan muslim sempat meneliti materi terkecil seperti yang diistilahkan dengan “dzarrah” di dalam Al Qur’an.
Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar “dzarrah” pun niscaya dia akan melihat balasannya.
(QS: 99: Az Zalzalah :7)
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar “dzarrah” pun, niscaya dia akan melihat balasannya
(QS : 99 : Az zalzalah : 8)
Dan tidak luput dari pengetahua Tuhanmu biarpun sebesar “ dzarrah” di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak lebih besar (pula) dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhful Mahfudz).
(QS : 10 : Yunus : 61)
Tidak ada tersembunyi dari pada-Nya sebesar “ dzarrah” pun yang ada di langit dan yang ada di bumi; dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata ( lauh Mahfudz).
(QS : 34 : Saba : 3)

Para ilmuan yang giat mengadakan penelitian tentang dzarrah antara lain, Abu Bakr Ar-Razi ( 846-930 M) yang mengemukakan dalam bukunya Ar Raddu ‘Alal’ Maswa’I bahwa jauhar fard ( zat tunggal) atau dzarrah itu terdiri dari beberapa bagian yang tidak dapat dibagi lagi atau dari kosong.
Sedangkan Asy Syahristani dalam bukunya Nahayatul Aqdam Fi’ilmil Kalami menyebutkan, “ Jika benda yang terurai itu bertolak belakang, pasti mengandung bagian yang berkesudahan dari beberapa bagian itu yang tidak dapat terbagi lagi.
Belakangan diketahui bahwa atom bukan bagian terkecil dari suatu materi karena masih bisa dipecah, memiliki inti yang terdiri dari proton yang bermuatan positif, neutron yang bermuatan netral dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. Otto Hahn dari Jerman pada tahun 1938 membuktikan bahwa atom dapat dipecah, bahkan pada tahun 1968 para ilmuan menemukan material yang lebih kecil dari atom yakni quark 1) dan muon 2) . Dengan demikian asumsi awal para ilmuan bahwa “atom” yang disebutkan oleh Demokritos bukanlah “dzarrah” seperi yang disebutkan dalam Al Qur’an sebab atom masih memiliki bagian-bagian yang lebih kecil.
Tasbih Alam Semesta Dan Isinya
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih memuji-Nya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia Maha Penyantun lagi maha pengampun.
( QS : 17 : Al Israh : 44)
Kata “tasbih dalam ayat di atas oleh para ilmuan Jama’ah Ikhwanus Shafa ditafsirkan sebagai “gerak” ingga keseluruhan ayat ditafsirkan,
semua materi sampai yang terkecil pun dalam keadaan bergerak. Pada abad VII M, Abul Huzail3) menguatkan pandapat ini. Abul menyatakan,
“Benda itu terdiri dari 2 bagian yang tidak dapat terpisahkan. Bagian itu disebut dengan gerak dan dengan akwan ( keadaan).
Dua keadaan dalam kata-kata Abul Huzail mungkin adalah , proton dan electron.
3) Nama lengkapanya Abul hudzail Nuhammad Ibnul Hudzail Bin Abdullah Bin makhul, seorang ulama terkemuka dan terkenal degan julukan Al a’laf. Beliau adalah guru dari Khalifah Al-makmun Harun Al-rasyid di masa pemerintahan Dinasti Abbasiyyah di Baghdad. Menurut Otto Britzel, seorang orientalis bangsa Jerman. Dalam majalah Al Aslam Al maniah ( Majalah Islam Jerman) edisi XIX, Britzel mengatakan bahwa sesuingguhnya para ilmuan muslim dahulu telah memberikan definisi ilmiah tentang “maddah” ( substansi atau pokok) ; diantara definisi itu dikemukakan oleh Abul Hudzail pada abad VII M (II H) dengan pernyataan sebagai berikut,
“Jism ( benda) itu memiliki kana, kiri, punggung, perut, atas, dan bawah. Palng sedikit benda itu memiliki enam dimensi, pertama kanan, kedua kiri, ketiga belakang, keempat muka, kelima atas, dan keenam bawah”. Selanjutnya beliau mengatakan, “Benda itu terdiri atas dua bagian yang tidak dapat terpisahkan. Bagian-bagian itu disebut dengan gerak, dan dengan akwan ( keadaan).
Energi Dalam Materi
Pada abad XIII, penelitian tentang kandungan energi dalam materi telah dikemukakan oleh Farid Bin Al’ Athar yang menyebutkan, “Apabila anda membelah dzarrah, pasti anda akan menemukan di dalamnya suatu matahari”. Di samping itu beliau juga mengatakan, “Sesungguhnya dzarrah itu adalah materi yang selalu bergerak dan menggelembung”.
Ilmu pengetahuan di dunia islam mengalami kemunduran ketika kekuasaan islam pecah secara politis pasca Perang salib dan runtuhnya Granada ( Spanyol muslim) sebagai salah satu tumpuan pengembangan ilmu di Eropa pada tahun 1492 M. namun demikian masih ada ilmuan muslim yang giat mengadakan penelitian tentang atom, di antaranya Sayid Ahmad Hatif Al Asfahani ( wafat 1784) yang membenarkan teori Farid Al Athar bahwa, Pada dzarrah, terkandung energi dan jika itu dibelah maka akan menghasilkan “ matahari”.
Terdapat pula ilmuan myuslim bernama Dr. ali Mustafa Musyarrafah ( lahir abad XVIII) yang telah membahas atom dan bom atom dalam bukunya, Adz Zarratul Walqara Biluzzariyyat ( zarrah dan bom atom).
Daftar buku yang dikarang oleh para ilmuan muslim yang membahas tentang atom antara lain,
1. Al Isyarat ( indikator) dan An Najat ( keselamatan ) oleh Ibnu sina ( Averroes)
2. Ar Raddu ‘alal’ Masma’I oleh Ar Razy
3. Nahayatul Aqdam, fi ‘ilmil Kalami oleh Asy Syahristani.
4. Kitabul Hairin oleh Ibnu Maimun.
5. Kitabul Intishar oleh Abil Husain Bin Abdul Rahim Bin Muhammad.
Keyakinan bahwa di dalam materi terkandung energi semakin kuat ketika pada tahun 1905, Albert Einstein mengumumkan persamaan E = mc2 yang mengungkapkan bahwa massa zat mengandung energi dalam jumlah besar. Sekali saja struktur itu “diguncang’ maka energi tersebut akan terbebaskan.
Penemuan Uranium
Pada tahun 1789, seorang ilmuan Jerman, martin Klaproth menemukan sebuah logam yang diberi nama uranium. Metode pamisahan uranium kemudia ditemukan oleh Eugene M. Pligot pada tahun 1841. Antonie H. Becquerel dan selanjutntya pasangan suami istri Pierre dan Marie Curie mendapati bahwa uranium bersifat radioaktif ( sifat ketidakstabilan yang memancarkan energi) pada tahun 1896. Akhirnya pada tahun 1902 Ernst Rutherford dan Frederick Soddy menemukan teori peluruhan radioaktif yakni teotri yang menjawab mengapa uranium dapat memancarkan energi.
Di alam, uranium terkandung dalam batuan kerak bumi. Uranium terbanyak adalah uranium jenis U-238, yang tidak bisa difisikan langsung untuk menghasilkan energi. Sementara yang bisa difisikan langsung adalah U-235 dimana U-235 di alam sangant sedikit jumlahnya. Dalam 99,3 % U-238 hanya terdapat sekitar 0,7 % U-235, sehingga diperlukan sebuah proses yang dinamakan proses pengayaan untuk memisahkan antara U-235 dan U-238.
Cara lain untuk mendapatkan zat radioaktif adfalah dengan mengonvesi U-238 menjadi plutonium (Pu-239) sehingga Pu-239 disebut juga material radioaktif sintesis. Plutonium sendiri ditemukan oleh Glenn Seaborg pada tahun 1941 dan disepakati bahwa unsure yang yang bernomor atom 94 iniadalah yang palingh aman untuk reaksi fisi.
U-238 ------ 92 P + 146 n
U-235 ----- 92 P + 143 n
Reraksi Fisi dan Energi Nuklir
Secara sederhana fisi diartikan sebagai pembelahan atau pemecahan inti atom. Dengan menembakkan neutron ( partikel tidak bermuatan) terhadap inti atom U-235 dan Pu-239 maka inti atom akan terbelah mebnjadi beberapa atom baru sambil memancarkan energi secara berkesinambungan ( Chain Reaction).
Misalnya sebuah neutron dengan energi sebesar 0,02 eV menumbuk sebuah atom U-235. netron akan merengsek masuk ke inti atom dan memecahnya menjadi isotop baru yang tidak stabil misalnya barium dan krypton sdambil memancarkan energi dan menghasilkan 2 buah neutron. Kedua neutron menembak lagi inti uranium yang lain, menghasilkan 4 neutron dan sejumlah energi. Empat buah neutron yang dihasilkan akan menembak lagi inti uranium lain, dan seterusnya.
0 n1 + 92 n 235 ---- 58 Ba 143 + 36 Kr 93 + 2 0n 1(menembak uranium lain) +
Energi (dimanfaatkan)
Cat : massa hasil selalu lebih kecil dari pada m,assa yang berfisi sebab massa yang hilang akan menjadio energi.
Berapa energi yang dihasilkan setiap kali terjadi reaksi fisi berantai ? Setiap kali terjadi reaksi fisi, terpancar energi yang besar. Untuk 1 inti U-235, energi yang terbebaskan adalah 208 eV, artinya untuk 1 kg U-235, energinya sebesar 2,37 x 107 kwH. Sebagai gambaran, jika energi ini digunakan untuk menghidupkan bola lampu 100 Watt, maka lampu tersrbut akan menyala tanpa henti selama 30.000 tahun !
Reaksi fusi dan energi Termonuklir
Reaksi fusi adalah kebalikan dari reaksi fisi. Kalau reaksi fisi adalah pembelahan, maka reaksi fusi adalah penggabungan yakni bergabungnya beberapa inti menjadi inti baru sambil memancarkan energi. Jika reaksi fisi terjadi pada atom-atom berat, maka reaksi fusi pada atom-atom ringan misalnya atom hydrogen1) (air).
Inti atom hydrogen yang digabung dengan inti atom hydrogen lain akan menjadi inti lain yakni helium ( He) sambil melepaskan sejumlah energi. Untuk memicu bergabungnya inti-inti atom hydrogen, diperlukan pemanasan bersuhu lebih dari 6000 ÂșC. Oleh sebabnya, energi nuklir yang dipicu dengan reaksi fusi disebut juga energi termonuklir.
1H2 + 2H2 -- 2 He4 + Energi
Para mufassirin berpendapat bahwa atom hydrogen yang tidak lebih adfalah atom air yang mampu menghasilkan energi termonuklir secara tersirat tercantum dalam QS: 8 : At-takwir:6
Dan apabila laut dipanaskan
Negara-negara Pengembang Nuklir
Menurut sejarahwan Jerman, Reiner Karrsch dan Sejarahwa AS, Mark walker, Jerman telah lebih dahulu membangun pabrik uranium dibanding Amerika yakni telah memulainya di tahun 30-an. Kebanyakan ahli riset atom kala itu memang berkebangsaan Jerman dan Austria seperti Otto Hahn, Lise Meitner, Gustav hertz dan Werner Heisenberg.
Namun yang “betah” menetap di Jerman tinggal Werner Heisenberg oleh sebab politik Nazi Hitler yang anti Yahudi menyebabka paran ilmuan yang dianggap keturunan Yahudi atau pro-Yahudi terusir keluar dari Jerman.
Pada tahun 1939, Jerman Nazi menyerang pabrik penyulingan air berat di Vemork, 160 km sebelah utara Kota Oslo, Norwegia dan mendirikan Pabrik Norsk Hydro, penyulingan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar